Artikel-artikel yang berisi tentang Teknik Sipil sesuai dengan pengalaman yang saya dapat
SIAPA CIVIL ENGINEER?
APA ITU TEKNIK SIPIL?
Halo sobat teknik, saya Ruslan . saya seorang calon Civil Engineer asal Tangerang. sekitar dibulan 6, 2016, saya pulang kuliah jam 11:00 ma...
Jumat, 19 Oktober 2018
ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA PERTIGAAN LAMPU MERAH GONDRONG MENURUT MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia)
Kemacetan yang sering kita temui terjadi karena beberapa faktor dan terjadi pada hampir setiap jalan raya, baik jalan sekunder maupun jalan primer dan bahkan terjadi juga pada jalan bebas hambatan. Pada kasus-kasus kemacetan jalan primer dan jalan sekunder kemungkinan berpusat pada
persimpangan jalan, baik simpang tak bersinyal maupun simpang bersinyal. Kemacetan pada persimpangan diduga karena pengaturan waktu yang tidak didasarkan pada volume dan kecepatan kendaraan. Jika kemacetan sudah terjadi, akan berdampak pada sektor-sektor lain yang menunjang perkembangan suatu Daerah/Kota.
Pentingnya transportasi tersebut tercermin pada semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobiltas orang serta barang dari dan keseluruh pelosok tanah air, bahkan dari dalam serta luar negeri. Disamping itu transportasi juga berperan sebagai penunjang, pendorong, dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi, namun belum berkembang, dalam upaya
peningkatan dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya. Dibalik manfaat lalu lintas tersebut, terdapat juga berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan jalan raya. Seperti banyaknya pengguna jalan raya setiap hari, tidak mungkin luput dari permasalahan lalu
lintas. Salah satunya Pertigaan Lampu Merah Gondrong Kota Tangerang.
Pertigaan Lampu Merah Gondrong berada di kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, yang menghubungkan Jalan K.H. Hasyim Ashari dengan Jalan H. Mansyur. Pada Jalan K.H. Hasyim Ashari menghubungkan Kecamatan Pinang dengan Kecamatan Cipondoh, sementara
Jalan H. Mansyur merupakan jalan alternatif menuju Jakarta melalui Kecamatan Duri Kosambi. Masing-masing jalan tersebut terdiri dari dua lajur dan dua arah. Pada dua jalan tersebut jelas terdapat hambatan samping, karena terdapat banyak kios-kios, dan pedagang kaki lima. Hal ini akan sangat berperan pada kemacetan yang terjadi pada persimpangan tersebut, terutama pada jamjam sibuk.
Tingginya tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Tangerang ini tidak diimbangi oleh meningkatnya sarana dan prasarana lalu lintas yang memadai. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Kota Tangerang diperkirakan berada di kisaran 5-10% per tahundengan motor sebagai porsi terbesar penyumbangnya. Berbanding kontras dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan panjang jalan bahkan kurang dari 1% per tahunnya. Akibatnya, kendaraan bermotor semakin menumpuk di jalananTangerang dan kemacetan pun tidak terhindari.
Anda dapat menlihat isi jurnal kajian ini dengan mengklik DOWNLOAD ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA PERTIGAAN LAMPU MERAH GONDRONG MENURUT MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia)
semoga bermanfaat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar